Sunday, October 24, 2021

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Lain

    Hubungan Psikologi dengan Biologi

Menurut KBBI, biologi adalah ilmu tentang keadaan dan sifat makhluk hidup. Sederhananya, biologi adalah ilmu hayat karena mempelajari tentang kehidupan. Objek biologi adalah seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Oleh karena itu, tidak heran cakupan biologi sangatlah luas. Namun, terdapat beberapa perbedaan dari kedua ilmu ini.

Sama seperti psikologi, salah satu objek material biologi adalah manusia. Yang membedakan keduanya adalah psikologi merupakan bidang ilmu yang subjektif, sementara biologi merupakan bidang ilmu yang objektif. Menurut Bonner (dalam Sarwono, 1997:17), biologi dikatakan sebagai ilmu yang objektif karena pada biologi, manusia dipelajari sebagai objek atau jasad (fisik), sementara psikologi mempelajari manusia sebagai subjek [2]. Maksud dari mempelajari manusia sebagai subjek adalah psikologi mempelajari penginderaan dan persepsi manusia yang mana hal ini bukan menjadi fokus utama dalam mempelajari biologi.

Meskipun memiliki perbedaan sudut pandang, kedua ilmu ini saling bersinggungan. Terdapat satu cabang ilmu psikologi yang disebut biopsikologi (behavioral neuroscience). Biopsikologi adalah salah satu cabang ilmu dari psikologi yang mempelajari tentang pengaruh sistem saraf, otak, hormon, dan genetika terhadap perilaku manusia. Dalam biopsikologi, kita dapat menyadari bahwa antara psikologi dan biologi terjadi timbal balik. Misalnya, ditemukan bahwa faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon menjadi faktor-faktor yang turut berpartisipasi sebagai penyebab gangguan mental skizofrenia. 

 Hubungan Psikologi dengan Sosiologi

Dikutip dari KBBI, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan atau ilmu tentang sifat dan perkembangan masyarakat, ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya [3]. Antara psikologi dan sosiologi, sama-sama mempelajari mengenai manusia, namun sosiologi mengkaji manusia sebagai suatu kesatuan di masyarakat sementara psikologi mengkaji gejala jiwa serta tingkah laku manusia sebagai individu.

 Manusia merupakan komponen utama di dalam masyarakat. Sosiologi dan psikologi saling berkaitan erat sebagai ilmu yang mempelajari mengenai manusia. Karena terdapat persamaan ini, muncullah cabang ilmu baru dalam psikologi, yaitu psikologi sosial. Psikologi sosial adalah cabang psikologi yang bertujuan mendeskripsikan, menjelaskan, meramalkan, mengendalikan, dan merekayasa perilaku dan proses kejiwaan individu yang dipengaruhi kehadiran orang lain (Hanurawan, 2010) [6]. Misalnya, terjadi gejala sosiologi terkait urbanisasi atau konflik yang terjadi antarkelompok, dimana gejala-gejala seperti ini membutuhkan penjelasan dari sudut pandang psikologi.

Menurut Gerunagan, hubungan antara psikologi, sosiologi, dengan psikologi sosial dapat digambarkan pada diagram berikut ini:

Sementara itu, menurut Secord & Backman (1964), perilaku individu dalam interaksi sosial dapat dianalisis dengan tiga macam sistem yaitu the personality system, the social system, dan the cultural system yang dapat diilustrasikan dalam diagram berikut [13].


Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa psikologi dan sosiologi merupakan ilmu yang saling melengkapi. Tidak sempurna jadinya jika hanya meninjau manusia sebagai individu yang berdiri sendiri dan tidak memperhatikan lingkungan atau masyarakat di sekitarnya.

Hubungan Psikologi dengan Filsafat

Dari segi historis, psikologi memiliki kaitan yang sangat erat dengan filsafat. Sebelum tahun 1879, psikologi dianggap sebagi bagian dari filsafat karena fokus dari kedua ilmu tersebut pada zaman itu adalah mengenai gejala jiwa. Pada tahun 1879, Wilhelm Maximilian Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig sehingga gejala-gejala kejiwaan ini dapat diselidiki secara menyeluruh dan sistematis. Seiring berjalannya waktu, ditemukanlah metode-metode baru yang menghasilkan pembuktian yang nyata sehingga teori-teori psikologi mulai bermunculan. Akhirnya, psikologi dapat berdiri sendiri sebagai ilmu yang mempelajari mengenai perilaku manusia.

Masih ditelusuri dari segi historisnya, filsafat memiliki banyak teks kuno yang mempelajari mengenai konsep jiwa serta perilaku manusia, misalnya teks kuno Aristoteles dan Thomas Aquinas. Melalui teks-teks kuno ini, psikolog bisa mendapatkan sudut pandang baru mengenai psikologi. Maka dari itu, filsafat berfungsi untuk menegaskan akar historis dari psikologi.

Psikologi dan filsafat adalah ilmu yang saling melengkapi. Filsafat adalah ilmu yang mempertanyakan sementara psikologi adala ilmu yang menjawab pertanyaan tersebut melalui metode-metode penelitian yang ada. Psikolog dapat berfilsafat untuk menemukan masalah yang dihadapi oleh kliennya sehingga dapat dipikirkan solusi atau langkah selanjutnya yang harus ditempuh. Dengan berfilsafat, psikolog, praktisi, maupun akademisi dapat melatih kerangka berpikir yang radikal, logis, rasional, dan sistematis mengunakan ilmu logika. Akan tetapi, jika psikolog hanya berfilsafat saja tanpa dilakukan penelitian-penelitian berdasarkan teori psikologi, maka hasilnya akan berat sebelah. Oleh karena itu, psikologi dapat menolong filsafat dalam penarikan kesimpulan atas suatu masalah yang berhubungan dengan kejiwaan.

Terdapat beberapa cabang ilmu filsafat yang mempengaruhi psikologi, salah satunya adalah eksistensialisme. Eksistensialisme dapat diartikan sebagai paham bahwa tiap orang harus men menciptakan makna di alam semesta yang tak jelas, kacau, dan tampak hampa ini. Dengan mendalami eksistensialisme, psikolog serta akademisi dapat merefleksikan masalah manusia sebagai individu, misalnya tentang makna, kecemasan, otentisitas (keadaan yang disadari), dan tujuan hidup.

            Cabang selanjutnya adalah etika. Filsafat etika adalah ilmu yang mempelajari mengenai baik atau buruknya suatu hal, singkatnya filsafat etika mempelajari mengenai moral. Etika ini dapat dijadikan oleh para psikolog untuk melaksanakan penelitiannya sesuai dengan nilai-nilai moral dasar. Untuk itu, filsafat etika ini dijadikan panduan etis dalam bekerja yang selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam kode etik profesi psikologi.

            Dalam filsafat, dikenal metode fenomenologi, metode fenomenologi adalah pendekatan yang dilakukan dengan melihat tingkah laku seseorang yang dikaitkan mdengan fenomena tentang dirinya. Artinya, pendekatan secara fenomenologi memperhatikan pengalaman sujektif individu yang tingkah lakunya dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap konsep tentang dirinya, harga dirinya, dan aktualisasi dirinya. Fenomenologi ingin memahami benda sebagai mana adanya. Slogan fenomenologi adalah kembalilah kepada obyek itu sendiri. Semua asumsi ditunda terlebih dahulu, supaya obyek bisa tampil apa adanya kepada peneliti. Metode fenomenologi dapat dijadikan alternatif dari pendekatan kuantitatif, yang memang masih dominan di dalam dunia ilmu psikologi di Indonesia. Dengan menggunakan metode ini, penelitian psikologi akan menjadi semakin manusiawi, dan akan semakin mampu menangkap apa yang sesungguhnya terjadi di dalam realitas.

            Filsafat berfungsi untuk mengangkat asumsi-asumsi dalam psikologi serta mengkritik asumsi tersebut. Asumsi-asumsi itu dibagi menjadi tiga, yaitu asumsi antropologis, asumsi metafisis, dan asumsi epistemologis. Kritik terhadap asumsi tersebut dilakukan agar psikologi dapat berkembang menjadi ilmu yang lebih manusiawi serta dapat memahami realitas kehidupan manusia.

Dari segi psikologi sosial, filsafat dapat memberikan sudut pandang baru mengenai teori-teori sosial kontemporer. Di dalam filsafat sosial, yang merupakan salah satu cabang filsafat, para filsuf diperkaya dengan berbagai cara memandang fenomena sosial-politik, seperti kekuasaan, massa, masyarakat, negara, legitimasi, hukum, ekonomi, maupun budaya. Dengan teori-teori yang membahas semua itu, filsafat sosial bisa memberikan sumbangan yang besar bagi perkembangan psikologi sosial, sekaligus sebagai bentuk dialog antar ilmu yang komprehensif.

Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu pengetahuan alam memiliki cakupan yang begitu luas. Jika psikologi hanya mempelajari mengenai benda hidup (manusia), maka ilmu pengetahuan alam mempelajari mengenai alam secara sistematis, yang berarti ilmu pengetahuan alam juga mempelajari mengenai benda mati. Meskipun demikian, keduanya memiliki persamaan dalam metode penelitiannya, yaitu metode induktif. Metode penelitian psikologi ini melalui proses hipotesis yang kemudian dilanjutkan dengan pembuktian melalui eksperimen. Selain itu, terdapat metode psikologi lain yang dipengaruhi oleh metode ilmu pengetahuan alam, yaitu metode psikofisik yang digunakan oleh Fachner. Metode psikofisik merupakan metode tertua dalam lapangan psikologi eksperimental, metode ini banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam (Woodworth, 1951) [12].

Hubungan Psikologi dengan Pendidikan

Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan merupakan sebuah proses interaksi dan pelatihan antara dua orang atau lebih, antara guru dan peserta didik yang mana menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku kearah yang lebih baik [11]. Ilmu pendidikan merupakan suatu disiplin yang bertujuan untuk memberikan bimbingan hidup kepada manusia sejak ia lahir sampai ia meninggal.

Sama seperti ilmu lainnya, antara psikologi dan ilmu pendidikan memiliki hubungan timbal balik, psikologi sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan karena pendidik perlu memahami dasar-dasar psikologis untuk mengetahui karakteristik anak didiknya, misalnya apakah anak didiknya mengalami keterlambatan belajar, bagaimana cara belajar yang cocok untuk anak didiknya, metode pendekatan seperti apa yang sebaiknya dilakukan tenaga pendidik untuk menyampaikan pembelajaran, dan lain sebagainya. Karena kaitannya yang erat itu, maka lahirlah cabang ilmu yang dinamakan psikologi pendidikan.

Reber (dalam Sobur, 2003: 71) menyebut psikologi pendidikan sebagai subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal, seperti penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas, pengembangan dan pembaruan kurikulum, evaluasi bakat dan kemampuan, sosialisasi proses-proses dan interaksi dengan pendayagunaan ranah kognitif,  serta penyelenggaraan pendidikan keguruan.

Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi kalangan pendidik dalam melaksanakan tugas profesionalnya, karena pendidik harus mampu memahami perubahan yang terjadi pada diri individu, baik perkembangan maupun pertumbuhannya. Atas dasar itu pula pendidik perlu memahami landasan pendidikan dari sudut psikologis. Dengan demikian, psikologi adalah salah satu landasan pokok dari pendidikan. Subyek dan obyek pendidikan adalah manusia, sedangkan psikologi menelaah gejala-gejala psikologis dari manusia. Dengan demikian, keduanya menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Friday, October 15, 2021

Manajemen Global dan Perencanaan Strategi Nestlé

 


Gambar 1.2 Logo Nestle
Sumber: https://www.biru.or.id/en/portfolio/nestle-indonesia-2

 Summary

Nestlé  merupakan perusahaan makanan dan minuman yang didirikan oleh Henri Nestlé , seorang ahli obat-obatan asal Jerman-Swiss, pada tahun 1867. Nestlé  pada masa kini mempunyai cabang di 187 negara yang berbeda.  Slogan “Good food, Good life” menjadi tujuan Nestlé  untuk dapat mengembangkan produk makanan dan minuman demi meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para konsumennya. Dalam esai ini akan dibahas mengenai manajemen global Nestlé  dan perencanaan strategi yang digunakan Nestlé  dalam mengembangkan perusahaannya. Manajemen global yang akan dibahas meliputi perspektif global Nestlé , tipe organisasi Nestlé , serta cara Nestlé  beroperasi secara global. Sementara itu, pada bagian perencanaan strategi akan dibahas mengenai strategi Nestlé  pada level korporat dan strategi kompetisinya.

A.   Profil Nestlé

Sejarah Nestlé dimulai pada tahun 1867 ketika Henri Nestlé mengembangkan makanan bayi berbahan dasar susu, tepung gandum, dan gula untuk bayi yang malnutrisi. Pada masa itu, sedang terjadi krisis ekonomi dan bahan pangan sehingga banyak ibu yang tidak bisa menyusui bayinya. Produk yang dikembangkan Henri Nestlé itu dinamai Farine Lactée. Farine Lactée berhasil menyelamatkan hidup bayi-bayi yang malnutrisi dan selanjutnya Henri melakukan produksi massal untuk Farine Lactée di Eropa. Pada tahun 1905, Nestlé bergabung dengan perusahaan susu kondensasi di Eropa bernama Anglo-Swiss setelah sekian lama bersaing dalam industri makanan dan minuman. Bersama dengan Anglo-Swiss, Nestlé mengembangkan perusahaannya hingga ke Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Australia.

Pada masa ini, Nestlé merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman. Nestlé memiliki lebih dari 2000 brand yang meliputi produk-produk berupa makanan bayi, susu bubuk, susu kondensasi, minuman kemasan, sereal, camilan, kopi, makanan beku, makanan hewan peliharaan, bahkan sampai produk kesehatan dan kosmetik. Perusahaan yang berpusat di Vevey, Swiss ini beroperasi di 187 negara. Sesuai dengan slogannya, “Good food, Good life”, Nestlé berambisi untuk mengembangkan produk makanan dan minuman demi meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan para konsumennya.

B.   Manajemen Global Nestlé

1)      Perspektif Global Nestlé

Dalam mengembangkan brand-nya, Nestlé memakai pendekatan polisentris yang artinya Nestlé melakukan kustomisasi dan lokalisasi terhadap brand-nya sesuai dengan negara tempatnya beroperasi. Sebagian besar produk Nestlé dikelola dengan bahan-bahan, resep, teknologi, dan strategi pemasaran yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan Nestlé sebagai perusahaan besar agar bisa lebih dekat dengan konsumen-konsumennya yang tersebar di berbagai macam negara (Nestlé Annual Report, 2019:18).

Peluncuran KitKat di Jepang menjadi salah satu kesuksesan terbesar Nestlé dalam melakukan lokalisasi. Di Jepang, nama brand “KitKat” ditransliterasi menjadi “Kitto Katto” (キットカット) yang mirip secara fonetis dengan frasa “Kitto Katsu” (きっと勝つ) yang berarti “pasti menang” (Layne Vandenberg, 2019). Oleh karena itu, KitKat menjadi sangat populer di kalangan muda-mudi Jepang, terutama saat masa-masa ujian karena banyak siswa yang membeli KitKat sebagai hadiah kecil tanda keberuntungan. Selain itu, Nestlé  mengembangkan sekitar 350 varian rasa KitKat yang hanya ada di Jepang, seperti adzuki (kacang merah), kecap asin, edamame, wasabi, mochi, dan varian lain yang merepresentasikan budaya Jepang.

2)      Tipe Organisasi Global Nestlé

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, perspektif global Nestlé  adalah polisentris. Artinya, tipe perusahaan Nestlé  adalah perusahaan multidomestik. Perusahaan multidomestik adalah perusahaan yang pengambilan keputusannya menggunakan sistem desentralisasi. Dalam bisnisnya, Nestlé  memberikan wewenang kepada local manager dalam segala pengambilan keputusan. Meskipun begitu, headquarter level-lah yang tetap  berwenang dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan strategi jangka panjang.

Sebagai perusahaan yang memiliki product line yang banyak dan beragam, Nestlé  harus fleksibel dalam beradaptasi dengan budaya di negara tempatnya beroperasi. Oleh karena itu, fokus utama dari perusahaan ini adalah membangun hubungan dengan konsumen agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan konsumen yang beragam.

3)      Bagaimana Nestlé Mulai Mendunia?

Perkembangan Nestlé  hingga mendunia telah dimulai sejak pecahnya Perang Dunia I. Pada masa itu, permintaan susu kondensasi dan coklat sangat tinggi. Kemudian, bergabungnya Nestlé  dengan Anglo-Swiss, mendorong perusahaan ini dalam membuka sekitar 20 subsidiaries di beberapa negara, meliputi Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Australia. 

Nestlé melakukan joint venture dengan perusahaan-perusahaan di industri makanan dan minuman. Berdasarkan data dari website resmi Nestlé, berikut adalah perusahaan-perusahaan yang melakukan joint venture dengan Nestlé:

  1. Pada tahun 1991, Nestlé melakukan joint venture dengan General Mills membentuk Cereal Partners Worldwide dan menghasilkan 50 lebih brand sereal.

  2. Pada tahun 1991, Nestlé dan Coca Cola melakukan joint venture membentuk Beverage Partners Worldwide dengan pembagian saham sebesar 50%-50%. Produk yang mereka keluarkan adalah produk teh kemasan, yaitu Nestea. Namun, kerja sama ini berakhir pada tahun 2018.

  3. Pada tahun 2006, Lactalis Nestlé Produits Frais dibentuk sebagai hasil joint venture antara Nestlé dengan Lactalis Groupe. Lactalis Groupe mendapat 60% keuntungan sementara Nestlé mendapatkan 40% sisanya. Perusahaan tersebut memproduksi yogurt dan dessert dingin lainnya.

  4. Pada tahun 2016, perusahaan es krim, Froneri dibentuk sebagai hasil dari joint venture antara PAI Partners dengan Nestlé.

Selain itu, Nestlé bersama dengan Starbucks menandatangani kesepakatan licensing sebesar 7,15 miliar dolar. Kesepakatan ini memberikan izin pada Nestlé untuk memproduksi dan menjual kopi dan teh dengan kemasan Starbucks di pasar internasional. Dari kerja sama ini, Nestlé mendapatkan hasil penjualan tahunan sekitar 2 miliar dolar. Kerja sama ini juga memperkuat bisnis kopi Nestlé serta membuka peluang perluasan bisnis bagi Starbucks.

Tentunya Nestlé juga melakukan ekspor produk-produknya ke negara-negara lain, yaitu ke Jepang, India, China, Indonesia, dan negara-negara subsidiaries lainnya. Selain itu, impor Nestlé  juga melakukan impor produk, salah satunya adalah impor Milo Malt dan Cerelac ke Indonesia.

C. Perencanaan Strategi Nestlé

1)      Strategi Korporasi Nestlé 

Berdasarkan Annual Report yang dikeluarkan Nestlé  pada tahun 2019, growth strategy yang dilakukan Nestlé  adalah meningkatkan pertumbuhan melalui inovasi-inovasinya. Lalu, Nestlé  juga berinvestasi di negara-negara dengan pertumbuhan pasar paling tinggi. Investasi yang dilakukan Nestlé  ini ini membuat penjualan meningkat sebanyak 4,7%. 

Sebagai perusahaan yang berfokus pada industri makanan dan minuman, Nestlé memiliki misi untuk terus mengembangkan produknya. Karena itulah Nestlé  lebih mengembangkan  growth strategy-nya secara integrasi vertikal. Nestlé  melakukan beberapa akusisi pada tahun 2020 ini, yaitu dengan Lily’s Kitchen (bisnis makanan hewan premium) dan Vital Proteins (brand produk kolagen). Akusisi ini dilakukan untuk mengembangkan portfolio Nestlé  menuju arah bisnis yang lebih tinggi pertumbuhannya.

Dalam renewal strategy-nya, Nestlé  melakukan perbaikan (retrenchment) pada beberapa bisnisnya yang mengalami penurunan performa. Pada tahun 2020, perusahaan air mineral Nestlé , Nestlé  Waters, bergabung dengan Group’s three geographical Zones. Penggabungan ini disertai dengan fokus terhadap segmen produk air berperisa. Selain itu, Nestlé  juga berencana untuk melakukan strategi turnaround dan restrukturisasi organisasi pada bisnis makanan bayi Gerber yang hampir mengalami kebangkrutan. 

2)      Strategi Kompetisi Nestlé 

Dalam berkompetisi, Nestlé  melakukan cost leadership strategy. Pada strategi ini, Nestlé  melakukan pengurangan biaya operasional dalam kegiatan manufaktur, pembelian, dan administrasi. Pada kegiatan manufaktur, Nestlé  menutup 16 pabriknya dan mengurangi fixed overhead sebanyak 5,5% di tahun 2019. Selain itu, Nestlé  melakukan spesifikasi dalam menentukan raw material dan packaging material sehingga biaya produksi dapat dikurangi. 

Selain itu, Nestlé  juga melakukan differentiation strategy, yang mana mereka terus mengembangkan produk yang unik dan diminati oleh konsumennya di seluruh dunia. Dalam hal ini Nestle terus meneliti tren yang berlaku di kalangan konsumen sehingga produknya di masing-masing negara pun berbeda-beda, misalnya adalah produk krimer dan es krim non-diary dan plant-based burger di Amerika Serikat serta plant-based drinks di Brazil. Strategi tersebut juga merupakan cost strategy, dimana Nestle menarget pada pasar yang sempit namun tetap mendapatkan cost advantage yang besar, yaitu pasar vegetarian dan vegan

D.   Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran di atas, kita dapat mengetahui bahwa Nestlé  merupakan perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia. Pendiri perusahaan ini adalah Henry Nestlé  dengan produk pertamanya yang dinamakan Farine Lactée. Pada masa kini, Nestlé  telah mendirikan sekitar 187 cabang di berbagai negara dan memiliki sekitar 2000 brand yang terdiri dari sereal, makanan bayi, susu kondensasi, makanan hewan, dan lain-lain. 

Lalu dalam manajemen globalnya, Nestlé  menggunakan pendekatan secara polisentris dimana produk-produknya menyesuaikan dengan budaya, kebiasaan, dan tren negara tempat Nestlé  beroperasi. Contoh kesuksesan Nestlé  dalam melakukan pendekatan secara polisentris adalah peluncuran KitKat di Jepang. Karena melakukan pendekatan secara polisentris, maka tipe perusahaan Nestlé  adalah perusahaan multidomestik dimana pengambilan keputusan dilakukan oleh local manager, kecuali pengambilan keputusan yang berhubungan dengan strategi jangka panjang. Metode-metode yang Nestlé  gunakan agar dapat mendunia adalah dengan membangun subsidiaries di berbagai negara, melakukan joint venture dengan perusahaan di industri yang sama, menandatangani perjanjian licensing dengan Starbucks, serta melakukan eskpor dan impor. 

Dalam perencanaan strateginya, Nestlé  lebih berfokus pada growth strategy, yaitu dengan cara inovasi produk, investasi di negara-negara dengan pertumbuhan pasar yang tinggi, serta melakukan akusisi dengan beberapa perusahaan. Sementara itu, pada renewal strategy-nya, Nestlé  melakukan perbaikan dan terhadap bisnis Nestlé  Waters dan Gerber. Sementara itu dalam strategi kompetitifnya, Nestle melakukan cost-leadership strategy, differentiation strategy, dan cost strategy. Dalam cost-leadership strategy-nya, Nestle berusaha mengurangi biaya operasionalnya sementara salah satu contoh differentiation strategy, dan cost strategy-nya Nestle membuat menarget pasar vegan dengan membuat produk-produk yang berbahan dasar tanaman. 

Referensi

Amelia Lucas. 2019, Juni. Nestle gears up to launch its own plant-based burger in the US. Diakses pada 14 Desember 2020, dari https://www.cnbc.com/2019/06/03/nestle-gears-up-to-launch-its-own-plant-based-burger-in-the-us.html#:~:text=Nestle's%20Sweet%20Earth%20brand%20will,vegan%20burger%20is%20soy%2Dbased.

Editor-editor Britannica Encyclopaedia. 2020, Februari. Nestlé SA, Swiss Manufacturer. Diakses pada 11 Desember 2020, dari  https://www.britannica.com/topic/Nestlé -SA


English Tea Store. (n.d.). History of Nestlé. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://www.englishteastore.com/Nestlé -history.html 

Eric Schroeder. 2018, Agustus. Nestlé , Starbucks close licensing deal. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://www.foodbusinessnews.net/articles/12417-Nestlé -starbucks-close-licensing-deal

Froneri. 2019, Desember. Froneri Moves Towards Global Leadership with Acquisition of Nestlé USA’s Ice cream Business. Diakses pada 12  Desember 2020, dari https://www.froneri.com/news/froneri-moves-towards-global-leadership-with-acquisition-of-nestl%C3%A9-usa-s-ice-cream-business/

Gerber Recognized For Successful Turnaround. 2009, November. Diakses pada 14 Desember 2020, dari https://www.pmmag.com/articles/94056-gerber-recognized-for-successful-turnaround

Layne Vandenberg. 2019, Agustus. The Kit Kat in Japan, a Transliteration Success. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://thediplomat.com/2019/08/the-kit-kat-in-japan-a-transliteration-success/

Nestlé. (n.d.).  Cereal Partners Worldwide. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://www.Nestlé .com/aboutus/overview/businesses/cereal-partners-worldwide

Nestlé. (n.d.). The Nestlé  Company History. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://www.Nestlé .com/aboutus/history/Nestlé -company-history

Nestlé. (n.d.). Our strategy: The choices we make. Diakses pada 14 Desember 2020, dari https://www.Nestlé .com/aboutus/strategy

Nestle. 2019. Annual Review 2019. Diakses pada 14 Desember 2020, dari https://www.nestle.com/sites/default/files/2020-03/2019-annual-review-en.pdf

Nestlé. 2005, Desember. Nestlé and Lactalis Plan Common European Chilled.  Diakses pada 12 Desember 2020, dari  https://www.Nestlé .com/media/pressreleases/allpressreleases/lactalisplaneurope-15dec05

Proyectofundamentosempresa. 2019, Januari. Nestlé ´s organization. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://nestnalysis2019.wordpress.com/2019/01/20/Nestlé s-organization/

Steven Mike Voser. 2017, September. The language of success: how localization helped these 3 businesses dominate overseas markets. Diakses pada 11 Desember 2020, dari https://www.yuqo.com/language-success-localisation-helped-3-businesses-dominate-overseas-markets/

Stefan Palzer. 2018, Oktober. Driving innovation, We're moving fast to meet new consumer trends. Diakses pada 14 Desember 2020, dari  https://www.nestle.com/stories/nestles-innovation-rapidly-changing-environment


Hubungan Psikologi dengan Ilmu Lain

     Hubungan Psikologi dengan Biologi Menurut KBBI, biologi adalah ilmu  tentang keadaan dan  sifa t  makhluk hidup . Sederhananya, biolo...